Dengan satu gerakan cepat, Zhou Rui melesat maju, pedangnya meluncur dengan kecepatan luar biasa menuju Lynx. Setiap serangan diayunkan dengan penuh kekuatan, meninggalkan jejak cahaya yang bersinar terang. Pedangnya mengarah lurus ke dada Lynx, seolah tak ada ruang untuk menghindar.

Namun, Lynx hanya berdiri diam, matanya tenang, tidak sedikit pun terpengaruh oleh kekuatan yang datang. Dia memandang pedang yang melesat menuju dirinya dengan sabar, seolah menunggu saat yang tepat. Waktu berjalan begitu lambat dalam pandangannya, detik demi detik terasa seperti abadi. Pedang Zhou Rui semakin mendekat.

Pada detik terakhir, ketika pedang itu sudah hampir menyentuh tubuhnya, Lynx bergerak. Dengan gerakan yang terlihat sangat santai, dia menyambut pedang tersebut dengan pukulan tinjunya.

"Xiao Lin!" tanpa sadar Li Wei dan komandan Jiang berteriak melihat Lynx menyambut serangan sekuat itu hanya dengan pukulan tangan kosong tanpa terlihat sedikitpun adanya energi spiritual.

Gao Zhen, dan yang lainnya yakin, serangan yang diberikan Zhuo Rui akan menghancurkan Lynx.

"Pemuda itu terlalu menganggap remeh serangan seorang kultivator di ranah master foundation emas awal." batin mereka.

Saat tinju Lynx menyentuh pedang Zhou Rui, terdengar dentingan keras, seperti suara logam yang pecah. Pedang itu patah, terbelah sempurna dalam sekejap. Namun, tinju Lynx tidak berhenti di situ. Tanpa memberi kesempatan bagi Zhou Rui untuk bereaksi, tinju Lynx masih belum ada tanda menghentikan perjalanannya, tinju itu lalu menghantam dada Zhou Rui sehingga terdengar suara ledakan yang sangat besar.

Tinju yang datang begitu kuat dan cepat, seperti tumbukan yang datang dari alam itu sendiri. Zhou Rui yang tidak sempat menghindar, merasakan pukulan itu menembus tubuhnya tanpa perlawanan. Udara di sekitar mereka terpecah, dan tubuh Zhou Rui terangkat beberapa inci ke udara sebelum terlempar ke tanah dengan keras.

Bau darah memenuhi udara saat Zhou Rui jatuh terjerembab, mulutnya mengeluarkan darah segar. Wajahnya terlihat pucat, matanya melebar penuh rasa tak percaya. Di dada, lubang besar terbuka, darah mengalir deras. Tapi yang paling mencolok adalah ekspresi ketidakpercayaan yang terpancar jelas dari wajahnya—seolah-olah ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa ia telah mati hanya dengan satu pukulan.

Dengan tubuh yang sudah tak bergerak, Zhou Rui terbaring di tanah, matanya masih terbelalak, menunjukkan ekspresi terakhir seorang pria yang tak percaya bahwa ia telah dihancurkan begitu cepat dan mudah.

Sementara itu, Lynx hanya berdiri di sana, pandangannya tenang dan dingin. Tidak ada rasa kemenangan yang terpancar di wajahnya.

"Seperti yang sudah kubilang, aku tidak ingin menunjukkan kekuatanku, tapi kenapa kalian sengaja mencari mati," kata Lynx dengan senyum dingin dan menatap tajam ke arah Zhou Rui.

Sementara itu, kejadian yang terjadi benar-benar diluar dugaan mereka. Selama mereka menjadi kultivator, belum pernah sekalipun melihat atau mendengar cerita adanya seseorang kultivator tingkat master foundation emas awal terbunuh dengan mudahnya, apalagi dalam satu pukulan, oleh forging qi tingkat satu.

"Apa... apakah dia manusia?" Kata Xu Wei dengan gemetar. Dia memandang jasad Zhou Rui lalu menatap Gao Zhen yang terlihat sama terkejutnya.

Gao Zhen sendiri merasakan ketakutan yang belum pernah dia alami sebelumnya. Meski dia adalah yang terkuat di kelompok mereka, tetapi dia merasa tidak yakin akan mampu menghadapi pemuda di depannya.

Gao Zhen berusaha menahan tubuhnya yang gemetar karena kaget dan takut. "Dia pasti menyembunyikan artefak. Iya benar, pasti dia menyembunyikan artefak. Aku harus menguasainya. Jika aku memilikinya, tidak akan ada satupun yang dapat mengalahkanku."

Gao Zhen mengeluarkan kekuatan tingkat emasnya, tubuhnya memancarkan aura yang berkilauan keemasan. Dengan sorot mata penuh ambisi, ia menghunus senjata terkuatnya, sebuah pedang panjang yang berdenyut dengan energi tajam.

"Berikan artefak yang kau miliki, atau aku akan membunuh mereka semua yang ada di sini!" ancamnya dengan suara dingin.

Di saat yang sama, ia membisikkan sesuatu kepada Xu Wei menggunakan kekuatannya sehingga hanya Xu Wei yang bisa mendengarnya. "Tangkap Li Wei saat aku menyerang pemuda itu. Aku tidak mau mengambil risiko misi kita gagal. Aku akan menyusulmu."

Lynx masih bersikap santai, tetapi matanya tajam penuh kewaspadaan. Gao Zhen mulai mengaktifkan jurus andalannya, "Pedang Surga Pemusnah!" Tubuhnya tampak melayang, dan dari kejauhan, ia melancarkan serangan pedangnya yang mengoyak udara, mengarah langsung ke Lynx dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan sebuah bukit.

Sementara itu, sesuai pesan Gao Zhen, Xu Wei bergerak cepat menuju Li Wei. Namun, tiba-tiba saja gerakannya terhenti, matanya membelalak. Dia buah luka  terbakar muncul di samping kepala kirinya, tembus hingga ke samping kanannya —hasil dari laser tak kasatmata yang ditembakkan Lynx. Tubuh Xu Wei langsung roboh tanpa sempat mengeluarkan suara.

Lynx, yang melihat gerakan mencurigakan dari Xu Wei saat menghadapi Gao Zhen, langsung menghabisinya tanpa ragu. Saat itu juga, energi pedang Gao Zhen mendekat, melesat dengan kekuatan luar biasa. Lynx hanya mengangkat tangannya dengan santai dan menangkisnya.

Ledakan besar pun terjadi!

Angin ledakan menghantam keras. Jelita dan Li Wei terhempas, jatuh terdorong oleh dampak serangan. Komandan Jiang, yang masih terluka, juga ikut terseret beberapa meter. Begitu juga dengan para prajurit, ikut terhempas beberapa meter ke belakang.

Mereka semua menatap ke arah Lynx dengan cemas, tak tahu apakah pemuda itu baik-baik saja.

"Xiao Ling." Terdengar suara Jelita memanggil dengan khawatir. Meski dia mengetahui kepala sukunya sangat kuat, tetapi orang yang dihadapinya dapat dia lihat menyerang Lynx dengan kekuatan yang sangat mengerikan.

"Kali ini matilah kau bocah. Dengan serangan itu, tidak mungkin kamu bisa bertahan. Aku akan mendapatkan artefak milikmu setelah ini." Gao Zhen menyeringai puas, yakin bahwa serangannya telah melukai Lynx. Namun, saat debu mulai mereda, matanya membelalak tak percaya.

Lynx masih berdiri di tempatnya, tanpa luka sedikit pun.

Namun yang lebih mengejutkan, tubuh Xu Wei yang telah mati tergeletak di tanah. Gao Zhen merasakan kengerian merayap ke seluruh tubuhnya. Kepercayaan dirinya hancur seketika, nyalinya lenyap. Tanpa berpikir panjang, ia berbalik dan berusaha melarikan diri.

Li Wei, Jelita, dan Komandan Jiang mulai bangkit perlahan. Lynx menatap mereka dan bertanya, "Apakah kalian baik-baik saja?"

"Kami baik," jawab mereka serempak, meski masih terguncang.

Komandan Jiang menggertakkan giginya, menyesali kenyataan bahwa Gao Zhen berhasil melarikan diri. "Sial... dia kabur! Kita tidak bisa mendapatkan informasi apa pun darinya."

Namun, Lynx hanya tersenyum tipis. Dalam sekejap, tubuhnya menghilang.

Beberapa detik kemudian, ia muncul kembali di hadapan mereka, kali ini dengan tubuh Gao Zhen yang sudah terluka parah. Gao Zhen mengerang kesakitan, wajahnya penuh luka, dan yang lebih mengerikan—dantiannya telah hancur.

"Sekarang, kita bisa mulai bertanya-tanya," ujar Lynx dengan suara dingin, menatap Gao Zhen yang kini hanya bisa menggigil ketakutan.

Komandan Jiang, Li Wei, serta para prajurit yang melihat itu masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Jelas-jelas Gao Zhen sudah melarikan diri, tetapi Lynx bisa menangkapnya dengan mudah, bahkan menghancurkan dantiannya tanpa kesulitan.

Gao Zhen yang marah dan putus asa menggunakan tenaga tersisanya untuk memasukkan pil racun ke dalam tubuhnya. Namun Lynx hanya tertawa kecil. "Dasar bodoh, cari penyakit sendiri."

Komandan Jiang, Li Wei, Jelita, dan para prajurit bingung dengan ucapan Lynx. Namun, mereka segera mengerti ketika Lynx meletakkan tangannya di dada Gao Zhen. Seketika, cairan hitam keluar dari mulut pria itu. Racun yang seharusnya membunuhnya kini dipaksa keluar dari tubuhnya oleh Lynx.

Semua yang melihatnya terkejut. Bahkan Gao Zhen sendiri lebih kaget lagi—karena ia tidak jadi mati.

"Bagaimana bisa? Racun yang sudah ditelan dapat dia keluarkan dengan mudah. Siapa dia sebenarnya? Kenapa aku tidak pernah mendengar ada sosok sekuat itu di dunia ini." Batin komandan Jiang keheranan.

Lynx menatapnya dingin dan bertanya, "Selama aku belum mengijinkanmu mati, kamu tidak akan bisa mati. Jadi katakan, dari mana asalmu, dan apa tujuanmu?"

